putuyudistirap

Just another WordPress.com weblog

Peristiwa Qurban, Teladan Dalam Memenuhi dan Melaksanakan Perintah ALLAH

Posted by rabot416 pada Januari 9, 2010

Assalamualaikum Wr Wb
Hadirin jemaah Jum’at yang berbahagia,
Hari ini Hari Raya ‘Idul Adha atau Hari raya Qurban, karena setelah kita selesai melaksanakan sholat ‘Ied, kita disunatkan untuk menyembelih hewan berupa kambing, kerbau, sapi atau onta. Penyembelihan hewan itu sampai tanggal 13 Dzulhijjah, semata karena dorongan iman, dorongan taqwa yang berada dalam lubuk hati sanubari kita masing-2. Penyembelihan hewan semacam inilah dikenal dengan nama Qurban yang merupakan ukuran ketaatan kepada Allah `SWT, sebagaimana yang dijelaskan dalam Surat Al Hajj ayat 37 :
لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى
مِنكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.(QS Al-Hajj 22:37).

Sejarah qurban telah menunjukkan betapa tabah, sabar, ikhlas dan besar pengorbanan yang dilaksanakan Nabi Ibrahim AS, beliau laksanakan perintah Qurban itu hanya semata melaksanakan perintah Allah. Nabi Ibrahim saat itu bermimpi diperintahkan untuk menyembelih anak satu-satunya Ismail AS. Lama beliau termenung memikirkan perintah tersebut. Mimpi ini terjadi 3 hari berturut-turu, setelah jelas keadaan perintah dalam mimpi tersebut, beliau menghampiri Ismail seraya berkata :
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي
الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا
أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.(QS Ash-shaffaat 37:102).
Ismail adalah anak yang sholeh, ia patuh dan ta’at kepada kedua orang tuanya, ia senantiasa berprinsip mematuhi perintah kedua orang tua merupakan suatu kebanggaan, sehingga secara spontan menjawab sebagaimana dalam surat Ash-shaffaat ayat 102 tsb.
Nabi Ibrahim AS setelah mendengar jawaban anak kesayangan itu, ia bersyukur kepada Allah SWT, begitu besar jiwa ketaatan Ismail AS dengan tulus ikhlas dan rela menyerahkan dirinya kepada kehendak Allah SWT. Ismail AS tidak mempersulit perintah yang diemban ayahnya, rela mengorbankan jiwa dan raga demi meringankan beban orang tua, keduanya berangkat ke jabal qubais untuk melaksanakan perinth tersebut.
Setelah sampai ditempat tujuan, Ismail AS berhenti sejenak dan berkata kepada ayahnya : “Ayah, sebelum engkau melaksanakan perintah itu, saya mohon ikatlah kedua tanganku agar aku tidak dapat bergerak sehingga tidak mengurangi pahalaku. Asahlah pisau itu sampai tajam agar lkicin dan cepat berlalu dileherku hingga meringankan rasa perih mautku dan sampaikanlah salam baktiku pada ibu agar sabar dalam menjalankan perintah Allah. Bila ayah tega, bawalah pakaianku ini pada ibu untuk dijadikan kenang-kenangan“
Nabi Ibrahim AS terpaku mendengar permintaan anak kesayangannya itu, anak satu-satunya sebagai penerus keturunan yang berbakti pada Allah `SWT. Beliau mengangguk kecil sebagai tanda berkenan. Nabi Ibrahim memandang anaknya dengan penuh syahdu. Setelah itu Nabi Ibrahim membaringkan Ismail dan mengikat kedua tangannya. Dengan penuh tabah dan mantap hanya semata-mata melaksanakn perintah Allah, nabi Ibrahim meletakkan pisau yang tajam itu keleher anak kesayangannya dengan mengucap Bismillahi Allahu Akbar, digesekkan pisau tersebut keleher Ismail AS. Pada detik itulah Allah SWT mengganti Ismail dengan seekor gibas, darah gibas itu mengucur kebumi. Melihat kenyataan bahwa yang disembelih bukan anak kesayangannya, maka dipeluklah Ismail dan turunlah wahyu kepada Nabi Ibrahim AS dalam Surat Ash Shaffaat ayat 104-105) :
وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ
قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”,
sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Hadirin kaum muslimin yang dirakhamti Allah SWT
Nabi Ibrahim nyata jadi teladan yang baik bagi manusia terutama bagi umat Islam, yaitu contoh terpuji mengenai sikap hidup terutama mengenai sikapnya dalam mematuhi perintah Allah SWT, walaupun tampaknya bertentangan dengan kepentingan pribadi. Sikap dan pengorbanan yang telah dilaksanakannya dinyatakan Allah sebagai hal yang harus membekas pada masyarakat manusia sesudahnya, sebagaimana Firman Allah dalam surat Ash-shaffaat ayat 107-108 :
وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.
Nabi Ibrahim telah bersedia mengorbankan anak kesayangannya untuk kepentingan perintah Allah. Sikap demikian sangat dihargai lalu Allah SWT mengganti dengan pengorbanan seekor ternak. Maka jiwa pengorbanan bukanlah hanya sekedar menyembelih hewan qurban dibulan haji untuk dibagi-bagikan kepada fakir miskin, tetapi juga hendaklah diambil pengertian tentang kepatuhan dan kecintaan kepada Allah. Bahwa seorang mukmin bersedia menekan berbagai perasaan hati dan siap mengorbankan segala apapun, bukan saja harta benda, pangkat atau semua kelengkapan hidup, tetapi juga jiwa raga asal saja hukum dan perintah Allah yang dipuja-Nya, sebagaimana telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dan nabi Ismail AS.
Semoga khotbah singkat ini bermanfaat.
Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: