putuyudistirap

Just another WordPress.com weblog

Meneladani Kisah Nabi Ibrahim AS

Posted by rabot416 pada Januari 9, 2010

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
اَلْخُطْبَةُ اْلأُوْلَى
أَللهُ أكْبَرُ ×9
أللهُ أكْبَرُ كَبِيْرًا. وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا. وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاَ.
لاَ إلَهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ. َصدَقَ وَعْدَهُ. وَنَصَرَ عَبْدَهُ. وَأعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ.
لاَ إلَهَ إلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إلاَّ إيَّاهُ. مُخْلِصِيْنَ لَهُ الِّدْينُ. وَلَوْ كَرِهَ اَلكَافِرُوْنَ. َولَوْ كَرِهَ اْلمُشْرِكُوْنَ. وَلَوْ كَرِهَ اْلُمَنافِقُوْنَ.
لاَ إلَهَ إلاَّ اللهُ وَاللهُ أكْبَرُ. أللهُ أكْبَرُ وَِللهِ اْلحَمْدُ.
ألْحَمْدُ ِللهِ اَّلذِيْ جَعَلَ كَلِمَةَ التَّوْحِيْدِ لِعِباَدِهِ حِرْزًاً وَحِصْنًاً. وَجَعَلَ الْبَـْيتَ الْعَتِيْقَ مَثاَبَةً لِلنَّاسِ وَأَمْناً، وَأكْرَمَهُ بِالنِّسْبَةِ إِلىَ نَفْسِهِ تَشْرِيْفاً وَتَحْصِيْناً وَمَنّاً، وَجَعَلَ ِزيَارَتِهِ وَالطَّوَافِ بِهِ حِجَاباً بَـيْنَ الْعَبْدِ وَبَـْينَ اْلعَذَابِ وَمُجِنّاً، وَالصَّلاَةُ عَلَى ُمحَمَّدٍ نَبِـِّي الرَّحْمَةِ وَسَيِّدِ اْلأُمَّةِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ قَادَةِ اْلحَقِّ وَسَادَةِ اْلخَْلقِ َوسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْراً.
فَيَاأيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اْلُمتَّقُوْنَ.. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ..فَاتَّقُوْاللهَ ×3 حَقَّ ُتقَاتِهِ. وَلاَ تَمُوْتُنَّ إلاَّ وَأنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
وَاعْلَمُوْا أنَّ التَّقْوَى هُوَ سِرُّ السَّعَادَةِ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَاْلأَخِرَةِ. أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin rahmakumullah
Gema takbir saling sahut menyahut dan silih berganti dari mesjid ke mesjid yang lainnya. Ini sebagai wujud rasa syukur kita atas segala rahmat dan kemenangan yang telah diberikan oleh Allah swt. Maka sudah sepantasnya puji dan syukur selalu kita panjatkan kepada-Nya yang telah memberikan kenikmatan kepada kita dalam jumlah yang banyak, salah satunya adalah nikmat Iman dan Islam sehingga kita mampu melaksanakan ibadah shalat Idul Adha di Mesjid At Taqwa yang penuh berkah pada pagi hari yang cerah ini. Semoga apa yang kita laksanakan selalu mendapat ridha dari Allah swt dan menjadi tabungan perbendaharaan kebaikan di akherat kelak, amin.

Selanjutnya tidak lupa dan bosan-bosannya kita haturkan shalawat beriring salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad saw, tauladan dan pemimpin kita yang selalu mengajarkan kepada kita segala bentuk kebaikan yang bersumber dari Allah swt. Mudah-mudahan kita termasuk ke dalam umatnya yang mendapatkan syafaatnya di akherat kelak, juga kita haturkan kepada keluarga, sahabat dan para penerusnya hingga hari akhir, dimana segala amal kita akan dihitung satu persatu nantinya.
Ma’asyiral Muslimin rahmakumullah
قَالَ تَعَالَي فِي اْلقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ, أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الَّرجِيْمِ: رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ. فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ. فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ. فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ. وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَاإِبْرَاهِيمُ. قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ. إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ. وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ. وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ. سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ. كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ. إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (الصافات:100-111). صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْمُ.
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. (QS. Ash-Shâffât: 100-111)
Dari kisah diatas ada beberapa poin yang dapat kita petik yaitu adalah sebagai berikut:
1. Seorang hamba yang saleh dan beriman
Yaitu seorang hamba yang demi memenuhi perintah Allah s.w.t, rela mengorbankan apa saja, bahkan anak kandungnya sendiri yang sangat disayang dan dicintai untuk dijadikan korban kepada-Nya. Allah menjelaskan dalam Alquran ciri-ciri hamba yang saleh pada surat Al-Furqân Ayat 63 s/d 77. yaitu sebagai berikut:
• Orang yang rendah hati dan pemaaf.
• Orang yang beribadah kepada Allah siang dan malam seraya berdo’a, “Ya Allah jauhkanlah kami dan keluarga kami dari azab api neraka
• Orang yang dermawan, tidak kikir dan tidak mubazir (suka berbuat boros)
• Orang yang tidak mensekutukan Allah dengan yang lain.
• Orang yang tidak melakukan pembunuhan dan berbuat zina
• Orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh
• Orang yang tidak memberikan kesaksian palsu
• Orang yang mau mendengarkan nasehat yang baik.
• Orang yang selalu berdo’a agar di berikan keturunan yang baik dan saleh.
2. Seorang Ayah yang arif dan bijaksana
Yaitu seorang Ayah yang tidak bersifat otoriter mau meminta pendapat anaknya melalui dialog dan musyawarah, mendengarkan serta menghargai pendapatnya.
3. Seorang Isteri yang taat dan saleh
Yaitu isteri yang patuh dan taat kepada suami, mau menerima apa adanya dan tidak banyak meminta dan berkeluh kesah. Selalu memotivasi sang suami agar selalu teguh dan sabar dalam menjalankan segala perintah Allah SWT
4. Seorang anak yang berbakti kepada orang tua
Yaitu anak yang selalu mematuhi segala arahan dan perintah dari kedua orang tuanya, selama hal tersebut bukan berupa perintah untuk melakukan maksiat kepada Allah SWT
5. Keluarga yang saleh, mawaddah, sakinah dan rahmah.
Apabila semua unsur dari setiap individu benar-benar beriman dan bertakwa kepada Alalh s.w.t sebagaimana yang dicontohkan oleh keluarga Nabi Ibrahim a.s, maka akan terciptalah sebuah keluarga idaman bagi setiap insan yaitu keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah.
Ketika setiap keluarga mencapai hal ini maka akan terbentuklah sebuah komunitas masyarakat yang islami dan akhirnya membentuk sebuah bangsa dan negara yang benar-benar menegakkan Syariat Allah dimuka bumi ini sebagaimana disebutkan di dalam Alquran yang berbunyi:
بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ
“Negeri yang baik dan mendapat ampunan dari Allah s.w.t.” (QS. Sabâ’: 15)
Begitu juga dengan janji Allah terhadap sebuah penduduk negeri yang benar-benar beriman dan bertakwa kepada-Nya. Didalam Alquran Allah s.w.t berfirman:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا
عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ
كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’râf: 96).
Ma’asyiral Muslimin rahmakumullah
Dari kisah di atas dapatlah kita mengambil hikmah bahwa segala perintah dan larangan Allah swt haruslah dijalankan dengan keyakinan yang teguh, tidak ada sedikitpun keraguan apalagi berburuk sangka kepada Allah swt. Seandainya kewajiban kurban dengan menyembelih anak kandung sendiri masih disyariatkan hingga sekarang tentulah akan sangat menyulitkan kita semua, tetapi Allah maha penyayang terhadap hamba-hamba-Nya dengan hanya menganjurkan untuk menyembelih hewan kurban saja. Tetapi sungguh ironis kita pun masih enggan dan sangat berat untuk melaksanakannya, bukankah Rasulullah dalam sebuah hadisnya pernah bersabda bahwa ada 2 hari dimana umatku tidak boleh satupun bersedih dan harus bergembira di dalamnya, yaitu hari raya idul fitri (dengan pembagian zakat fitrah) dan idul adha (dengan pembagian daging kurban).
Ma’asyiral Muslimin rahmakumullah
Kita sebagai umat Islam yang berkecukupan punya tanggung jawab besar dalam mengurangi perbedaan sosial ini, dimana sebagai besar umat Islam di Indonesia masih dalam taraf kemiskinan yang sangat membutuhkan uluran tangan kita. Mari kita mulai dengan mau menyisihkan harta kita yang berlebih untuk berkurban seraya berbagi rasa bahagia di hari yang penuh berkah ini. Begitu pentingnya semangat berkurban ini sehingga Rasulullah saw menegaskan di dalam hadisnya:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلا يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنا
“Barang siapa yang mempunyai kecukupan harta sedang ia tidak mau melakukan ibadah kurban, maka janganlah ia masuk kepada golongan kami”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
Mudah-Mudahan khutbah yang singkat ini menjadi motivasi kita semua untuk selalu berusaha dapat melaksanakan ibadah kurbah setiap tahunnya, amin ya rabbal alamin.
بََارََكَ اللهُ لِىْ وَلَكُمْ..وَنَفَعَنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَياَتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ
وَتَقَبَّلَ مِنِّي ِتلاَوَتَهُ
وَاسْتَغْفِرُوْاهُ
إنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: