putuyudistirap

Just another WordPress.com weblog

Hikmah Qurban (1)

Posted by rabot416 pada Januari 9, 2010

Assalamualaikum wr wb
Sidang Jum’at rakhimakumullah, kata SHALEH begitu sering kita dengar, namun apakah makna sebenarnya makna dari kata Shaleh tersebut ???
Secara sederhana, makna dari kata shaleh adalah ” Baik dan memperbaiki ” Kata baik belum tentu bermakna memperbaiki, sebab seseorang dapat saja dikatakan baik namun belum tentu secara aktif melakukan kebaikan. Artinya ia baik bagi diri sendiri tetapi tidak peduli pada kondisi orang lain.

Kondisi kita saat ini adalah berada dalam situasi seperti ini, baik hanya bagi diri sendiri dan tidak peduli pada masalah-masalah diluar dirinya sendiri. Orang-orang semacam ini menggunakan logika beragama ” ASAL BUKAN SAYA ” Asal bukan saya yang berjudi, ya biarkan saja, asal bukan saya yang korupsi biarkan saja, asal bukan saya yang tak bermoral biarkan saja, dan seterusnya. Dalam kalimat asal bukan saya inilah cara hidup beragama kita, cara beragama yang menghasilkan tatanan masyarakat yang acuh tak acuh pada seluruh masalah bersama. Ini belum dapat disebut shaleh. Jadi shaleh adalah dirinya baik dan mau serta mampu memperbaiki orang lain. Diibaratkan seperti cahaya, dirinya bersinar dan sanggup memberi rasa terang bagi yang lain. Seharusnyalah kita teladani cara-2 yang telah dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam surat Al-Ahzab :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ
يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً ﴿٢١
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS Al-Ahzab 33 : 21).
Sangat besar artinya kepada jiwa anak-2 dan kaum pemuda, remaja, bahkan bagi setiap jiwa yang benar-2 mau mengambil suri tauladan untuk hidupnya dan matinya.
Sidang Jum’at yang berbahagia,
Marilah kita menjadi shaleh dengan cara memperbaiki diri sendiri, kemudian menggumpalkannya menjadi kebaikan bagi orang lain. Dengan cara ini, kita telah berbhakti pada ibu bapak kita karena telah menuruti apa yang mereka inginkan. Melalui cara ini, melalui keshalehan kita, akan mendapatkan kiriman kebaikan kedua orang tua kita dikubur sana, sebab Nabi pernah bersabda dalam salah satu haditnya:
” Bila anak adam meninggal dunia, seluruh amalnya akan terhenti kecuali 3 perkara, shadaqah jariyah, ilmu yang berguna dan anak saleh yang mendoakannya ”
Menjadi shaleh secara otomatis berarti melakukan perbuatan baik untuk semua pihak dan sekaligus berbuat baik bagi dirinya. Perbuatan baik yang seimbang itulah amal shaleh. Menjadi manusia shaleh yang penuh dengan kepedulian sosial tentu bukanlah hal mudah, namun bukan berarti tidak mungki n dilakukan. Kita bisa memesan diri sendiri untuk perlahan menjadi shaleh dan peduli sosial, asal kita mau mencobanya sehingga menjadi shaleh sosial.
Sidang Jum’at Rakhimakumullah,
Cikal bakal shaleh dalam arti berbuat baik dan melakukan kebaikan, jika kita runtut kejadian kebelakang, terutama dikaitkan dengan Idhul Adha 1430 H, mari kita simak sejarah kejadian ini :
Pada suatu hari Nabi Ibrahim as bermimpi bahwa Allah SWT memerintahkannya untuk menyembelih anaknya Ismail. Setelah bermusyawarah, kepada istrinya Siti Hajar dan anaknya Ismail, seraya berkata Ismail :” Wahai Ayahku, kalau ini sudah perintah Allah SWT maka ta’atilah, dan saya rela untuk disembelih (dikurbankan).” Nabi Ibrahim as segera melaksanakan penyembelihan (mengorbankan) anaknya itu. Kemudian dari Kekuasaan dan Kebesaran Allah SWT dengan ijin-Nya, anaknya (Ismail) tidak tersembelih, maka seekor biri-birilah yang disembelihnya. Dan marilah kita ambil hikmah dari doa Nabi Ibrahim as :
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـَذَا بَلَداً آمِناً وَارْزُقْ
أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللّهِ
وَالْيَوْمِ الآخِرِ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ
قَلِيلاً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdo`a: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (QS Al Baqarah 126).
Doa Nabi Ibrahim as yang lain :
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ
وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang (QS Al Baqarah 128)
Inilah cerminan baik dan kebaikan sebagai bahan renungan untuk menyambut Idhul Adha 1430 H, semoga Allah SWT memberikan berkah, rakhmat dan rejeki-Nya sehingga kita bisa berkurban. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum wr wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: