putuyudistirap

Just another WordPress.com weblog

Ciri-ciri hati tidak sehat

Posted by rabot416 pada Januari 9, 2010

Assalamualaikum Wr Wb
Sudah kita pahami dan sadari bersama bahwa baik dan buruknya seseorang sangat tergantung pada kondisi hatinya, sehingga orang yang hatinya tidak sehat, nanti pada hari kiamat tidak akan berjumpa dengan Allah SWT sebagaimana firman-Nya : ” Tidak akan berjumpa dengan Allah kecuali orang-orang yang hatinya yang selamat”.

Hadirin rakhimakumullah,
Sekurang-kurangnya ada 5 (lima) ciri dalam Al Qur’an terhadap orang yang yang hatinya sakit/kurang sehat, yaitu :
1. Selalu menolak kebenaran Islam, hatinya seolah-olah telah tertutup sehingga mereka tidak mau beriman, padahal dakwah dan ajaran Islam sudah sampai kepada dirinya. Begitulah hati yang tidak sehat yang dimiliki oleh Abu Jahal dan Abu Lahab.
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ ﴿٦
خَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عظِيمٌ ﴿٧
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS Al Baqarah 6-7)
2. Suka melakukan penipuan dengan ucapan ataupun perbuatan. Omongannya manis dan perbuatannya terpuji meskipun dilakukan hanya untuk penipuan dalam rangka mencapai maksud ataupun niat jahatnya. Namun Allah SWT didalam Al Qur’an menegaskan bahwa penipuan itu pada hakekatnya penipuan terhadap diri sendiri, meskipun dimaksudkannya untuk menipu Allah dan orang-2 beriman. Oleh sebab itu hanya orang-2 yang hatinya tidak sehatlah yang berhasil ditipunya, sebagaimana firman Allah SWT :
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ ﴿٨
يُخَادِعُونَ اللّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلاَّ أَنفُسَهُم وَمَا يَشْعُرُونَ ﴿٩
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.(QS Al Baqarah 8-9)
3. Suka melakukan kerusakan dimuka bumi, kerusakan akhlakul karimah manusia melalui film/sinetron, lagu dsb sebagaimana dalam firman Allah SWT :
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ قَالُواْ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ ﴿١١
أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَـكِن لاَّ يَشْعُرُونَ ﴿١٢
Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.(QS `Al Baqarah 11-12).
4. Suka bermuka dua dengan maksud memperolok-olok kaum muslimin dihadapan kaum muslimin lainnya. Mereka mengatakan berpihak kepada kebenaran dan menunjukkan sikapnya dalam bentuk perilaku, ketika berjumpa dengan orang-2 yang tidak benar, dia menyatakan berpihak kepada yang bathil, tetapi lama kelamaan kaum muslimin semakin mengerti dan sadar bahwa tindakan mereka tidak tindakan sesat dan merugikan kaum muslimin, sebagaimana firman Allah SWT :
وَإِذَا لَقُواْ الَّذِينَ آمَنُواْ قَالُواْ آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْاْ إِلَى
شَيَاطِينِهِمْ قَالُواْ إِنَّا مَعَكْمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ
اللّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.(QS Al Baqarah 14-15).
5. Tidak mau menerima petunjuk, yang diinginkan adalah kesesatan. Oleh karena itu mereka membiarkan tindakan tindakan kemungkaran yang terus berlangsung, pelecehan hak azasi manusia serta tindakan kriminal lainnya, sehingga semakin mengkawatirkan apa yang mereka lakukan tidak akan membawa keberuntungan, bahkan mereka semakin tersesat dalam kehidupan dunia ini, sebagaimana firman Allah SWT :
أُوْلَـئِكَ الَّذِينَ اشْتَرُوُاْ الضَّلاَلَةَ بِالْهُدَى فَمَا رَبِحَت تِّجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُواْ مُهْتَدِينَ ﴿١٦
Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.(QS Al Baqarah 16).
Hadirin sidang Jum’at rakhimakumullah,
Itulah ciri-ciri orang yang hatinya sakit, maka bila ciri-2 tersebut ada pada diri kita, maka kita juga termasuk orang yang memiliki hati yang tidak sehat. Karena itu menjadi tanggung jawab kita untuk menyehatkan hati mkita masing-masing agar kita bisa merasakan nikmatnya Islam dan Iman, sehingga kita harus memahami ajaran Islam dengan sebaik-baiknya. Akhirnya, persoalan kembali kepada diri kita masing-2 apakah kita ngin menjadi orang yang hatinya sakit atau tidak.
Demikianlah khotbah Jum’at hari ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.
Amin
Wassalamualaikum wr wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: