putuyudistirap

Just another WordPress.com weblog

Untuk Adikku Manda ( Cerpen )

Posted by rabot416 pada Desember 1, 2009

Aku Selalu Ada Perkenalan ! Hai ! namaku Rama Praditya. Panggil saja aku Rama. Aku sekarang duduk di bangku SMA tepatnya di kelas XI. Sudahlah sekarang aku akan bercerita tentang keluargaku. Aku mempunyai dua adik. Yang pertama bernama Amanda Pratiwi panggil saja dia Manda, sekarang dia duduk di kelas 5 SD. Kalian tahu? Aku selalu mengantar dan menjemputnya ke sekolah karena aku tidak tega melihat dia berjalan sendirian,kebetulan juga aku mempunyai motor dan jarak sekolah kami cukup dekat. Adikku yang kedua bernama Ardian Satya Permana. Panggil saja dia Ardi, dia sangat berbeda dengan Manda. Dia tumbuh sehat,lincah,dan ceria. Dia belum mengerti tentang penyakit Manda. Wajarlah karena di baru kelas 3 SD. Tapi karena di tidak mengerti itulah jika penyakit Manda sedang kambuh dia sering meledek Manda dengan sebutan “nenek-nenek”. Tentu saja Manda marah tapi karena penyakitnya itu Manda tidak bisa membalas perbuatan Ardi.

Sekarang aku akan menceritakan kedua orangtuaku. Papa bernama Arief Teguh Hartanto. Papa bekerja di sebuah perusahaan swasta yang cukup besar dan terkemuka di Jakarta . Papa menjabat sebagai direktur operasional disana. Mama bernama Adinda Rasyanti. Sebenarnya mama mempunyai sebuah butik di Bandung . Tapi mama lebih senang berada di rumah daripada bekerja di butik. Akhirnya butik itu tanteku yang urus. Kembali ke Ardi. Ardi itu sebenarnya baik yang kuingat waktu itu Manda bercerita Ardi rela berkelahi dan diberi surat peringatan karena ingin menolong Manda yang diganggu oleh anak-anak nakal di sekolahnya. Ardi selalu ingin mengikuti gaya rambutku yang menurut dia itu cool . Sayangnya rambut Ardi sedikit keriting jadi,susah untuk dibentuk. Well… , kayaknya segitu aja ya ? Ga usah banyak-banyak.

Semua berawal dari sini ….

Pagi ini saat yang menyenangkan bagiku. Kenapa? Karena hari ini adalah hari pertamaku bersekolah di Jakarta . Selama ini aku tinggal bersama nenekku di New York . Dulu yang aku tahu aku hanya mempunya satu adik yaitu Manda. Aku tahu Ardi seminggu yang lalu ketika aku pindah ke Jakarta . Tanpa sepengetahuanku, ternyata Ardi bercerita ke teman-temannya bahwa dia mempunyai kakak yang ganteng dan cool. Jadi deh Ardi bawa tetangga dan teman-temannya ke rumah. Gara-gara ulah Ardi aku jadi popular di kalangan tetangga sampai (bukannya nyombong lho !) ibu-ibu dan cewek-cewek jadi ngefans sama aku. Hari ini juga,hari pertama Manda sekolah setelah liburan kenaikan kelas. Tentu saja ini juga hari pertamaku mengantar Manda ke sekolahnya, sebelum berangkat tadi aku juga sempat mengajak Ardi untuk berangkat bersama, tapi Ardi menolak dengan alasan akan berangkat bersama teman-temannya menggunakan sepeda. Sesampainya di sekolah Manda aku berkata Manda !!, nanti pulang sekolah kakak jemput ya ? jadi kamu tunggu jangan pulang duluan !. Soalnya kakak ga ngerti jalan pulang. Manda menjawab, iya kak tenang aja, pasti aku tunggu sip deh ! Saat itu aku belum sadar kalau sebenarnya Manda sedang sakit. Karena kalau kalian sendiri yang melihatnya pasti juga kalian ga percaya kalau Manda sedang sakit. Manda terlihat ceria dan segar seakan-akan tak ada penyakit yang bersarang didalam tubuhnya. Setelah Manda masuk ke gerbang sekolahnya akupun berangkat menuju ke sekolahku yang baru.

Sesampainya di sekolah,aku turun dari motorku dan memarkirkannya di tempat parkir sekolah. Entah mengapa saat aku berjalan ke ruang kepala sekolah untuk menyerahkan data-data diriku yang diminta saat aku masuk sekolah semua orang (terutama para wanita) memperhatikanku bahkan sampai mengikutiku. Kudengar banyak yang bilang “ iih ada cowo ganteng” “iih cocok sama gue tuh” “ada anak baru kecengin ah” dan bla bla bla macam-macam komentar pusing dengernya. Begitupun saat aku masuk ke kelas bersama kepala sekolah semua gaduh,apalagi saat mereka tahu kalau aku pindahan dari New York . Aku bingung pandangan mereka sepertinya tidak lepas dari diriku. Aku mau jujur sama kalian sebenarnya, saat aku meninggalkan Manda di sekolahnya aku merasa gelisah. Tapi, sudahlah sebaiknya aku berkonsentrasi pada pelajaran di sekolahku yang baru. Saat istirahat aku berjalan ke kantin dengan temanku yang baru. saat sampai di kantin pun semua terpesona melihatku. Teman baruku mengajak ngobrol. “Ram, lu emang bule apa orang Indonesia yang tinggal disana ?” Tanya seorang temanku yang bernama Toddy. “Aku tinggal sama nenek disana. Eh aku mau Tanya kenapa setiap aku jalan di sekolah ini semua langsung memperhatikan aku dan langsung ngajak aku kenalan ?” “ Karena emang lo orang yang terperfect disini. Oh iya lo ga usah ngomong aku atau saya sama kita-kita kecuali sama kakak kelas or kepala sekolah or guru” “ooo gitu gue emm gue emm gue” “kenapa lo ? “ “ehh ? ngga ngga enak aja ngomong gue” “he ? baru gue ketemu orang kaya lo Ram. Kocak baek lgi padahal kita baru kenal tadi pagi” “gue juga merasa orang-orang di sekolah ini mudah akrab sama aku. Sampai tadi ada cewe minta foto bareng” “ GILAA !!! Baru masuk udah populer ? Hebat lo gue aja susah buat kenalan.” “Udahlah ga usah dibahas by the way gue lapar ada makanan apa sih ? “ Tergantung, maunya apa ? ada bakso,mie ayam,cimol,batagor banyak deh pilih aja sendiri” “bakso itu apa ?” “ Bakso itu emm apa ya emm apa ya emm oh iya ! Bakso itu meatball !” “ooh meatball ! okay I like it.pesankan dua dong plis” “WHAAT ! DUA !? lo ga salah buat siapa ?” “ kan yang satu buat lo “ “ditraktir nih ? waah thanks !” Setelah selesai makan bel berbunyi tanda murid-murid harus kembali ke kelasnya masing-masing. Para siswa mulai berkonsentrasi melanjutkan pelajaran kembali. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat bel tanda pulang sekolah dibunyikan. Semua terdengar gaduh,setelah berdoa semua langsung berhamburan keluar kelas.

Aku berjalan ke tempat aku memarkir motorku dan menyalakan mesinnya menuju ke sekolah Manda yang akhirnya menuju ke rumah. Sesampainya di sekolah Manda kulihat Manda sudah menunggu di gerbang sekolah dengan cemberut. “ kakak kemana aja ? aku udah 10 menit nunggu nih.” “ wah 10 menit aja udah marah ? biasanya kalo ga ada kakak juga kamu pulang sendiri kan ?” “tapi kan sekarang beda !” “beda apanya ?” “aku dijemput sama kakak yang udah lama ga main sama aku” “iya deh adikku yang manja ! Naik aja ah cepetan udah siang nih. Pengen pulang.” “ yuk “ Motorku melaju ke rumah kami yang tak terlalu jauh tapi,tetap saja capai kalau jalan kaki. Semua mulai terungkap Kalian juga pasti belum tahu kalau aku juga punya penyakit yang kata nenek sih cukup parah tetapi, penyakit ini hanya diketahui oleh nenekku saja, beliau tidak pernah bercerita kepada papa dan mama karena beliau takut kekhawatiran mereka bertambah jika mereka tahu tentang penyakitku ini. Aku sudah 3 kali dirawat di rumah sakit. Tapi tetap nenek tak pernah cerita. Sebenarnya kalau aku jujur aku juga tak mau kalian tahu, tapi aku percaya kalian ga akan cerita ke siapa-siapa terutama kedua orang tuaku. Aku ga tahu persis apa nama penyakitku yang aku tahu penyumbatan darah dari jantung ke otak. Aku sempat mendengar apa yang dokter katakana ke nenekku bahwa hidupku tak akan bertahan lama. Walaupun dokter sudah berkata demikian, aku tetap yakin hidupku akan terus berlanjut. Kalian juga pasti ga tahu apa penyakit Manda sebenarnya. Penyakit Manda menyerang paru-paru,aku ga tahu apa nama penyakitnya yang aku tahu hanya penyakit Manda berbahaya. Awalnya Manda terlihat biasa saja tapi lama kelamaan aku melihat ada kejanggalan dalam dirinya, seperti wajahnya pucat, lemas, dan sering sakit-sakitan. Kata papa dulu Manda pernah dibawa ke Singapore untuk terapi. Memang setelah terpi itu Manda sudah lebih baik tapi sekarang? Penyakitnya mulai kambuh kembali.

Hari-hari tak terasa terlalu cepat berlalu,sekarang sudah 8 bulan aku bersekolah di Jakarta . Suatu hari aku tak bisa menjemput Manda saat pulang sekolah dikarenakan ada wawancara calon ketua OSIS yang ga bisa ditinggal karena Cuma hari itu kesempatan aku buat jadi ketua. Aku meminta Ardi untuk menemani Manda pulang naik sepeda. SIANG ITU SAAT PULANG SEKOLAH . . . Ardi sudah menunggu Manda di gerbang sekolah. Dan dengan perlahan sepeda melaju ke rumah,akan tetapi di tengah perjalanan tiba-tiba penyakit Manda kembali kambuh. Spontan Ardi kaget,panik,dan terburu-buru membawa Manda pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Ardi langsung teriak “ PA ! MA! KAK MANDA PINGSAN!”. Dengan cekatan papa langsung membawa Manda ke rumah sakit. Tak terasa air mata mama mengalir. Setelah Manda dibawa ke UGD tak lama dokter yang memeriksa Manda keluar dan menjelaskan bahwa kedua paru-paru Manda sudah tidak dapat berfungsi dengan normal dan harus segera mendapat donor. Jika tidak, dapat dipastikan hidup Manda tidak dapat bertahan lama mengingat keadaan paru-paru Manda sekarang. Tanpa pikir panjang papa dan mama menyatakan kesediaannya untuk mendonorkan salah satu paru-paru mereka. Hari itu juga papa dan mama melakukan pemeriksaan untuk memastikan paru-paru mereka cocok untuk diberikan kepada Manda.. Aku belum tahu jika Manda masuk rumah sakit. malamnya aku bertanya kepada mama dan papa yang tergesa-gesa membereskan baju-baju Manda. saat aku bertanya air mata mama mengalir lagi dan dengan berat hati mama menceritakan semua yang terjadi pada Manda. Dengan keadaan yang sedang tidak tepat seperti sekarang ini (mungkin aku kaget dan terlalu syok mendengarnya) tiba-tiba kepalaku terasa sakit, sakit sekali sampai aku tak sanggup menahan sakitnya. Aku berteriak sampai akhirnya aku pingsan. Saat itu juga papa berinisiatif untuk tidak panik dan membawaku ke mobil menuju rumah sakit. tentu saja mama yang sedang sedih karena penyakit Manda yang kembali kambuh ditambah dengan aku yang tiba-tiba pingsan. Mama dengan cepat membereskan pakaianku dan segera berangkat. Sesampainya di UGD dengan cekatan suster dan dokter memeriksa keadaanku. Papa dan mama menunggu di ruang tunggu UGD. Tak lama kemudian dokter menjelaskan penyakitku ke papa dan mama. Pada saat yang bersamaan aku sudah mulai sadar dengan masih memakai oksigen dan pendeteksi detak jantung. Aku sanat ingin menghentikan pembicaraan mereka bertiga tapi seluruh tubuhku tak bisa digerakkan, ingin sekali berteriak untuk mengalihkan perhatian tapi sama saja tidak bisa. Semua terlambat papa dan mama sudah tahu penyakitku, mama pasti semakin sedih setelah mendengar yang sedang terjadi padaku. Kata dokter aku harus diopname supaya mendapat perawatan intensif. Aku diharuskan masuk ke ICU dan aku minta satu ruangan sama Manda yang masih koma.

Semangat menghadapi apapun Tak terasa sudah dua minggu aku berada di rumah sakit,memang bosan tapi dokter belun meperbolehkanku pulang karena kondisiku yang belum pulih. Saat ini Manda mulai membuka matanya dari koma. Orang pertama yang dilihatnya tentu saja aku, karena kedua orangtuaku sedang pulang untuk mengambil perlengkapanku dan Manda di rumah sakit. Dengan keadaan dan suaranya yang masih lemah bertanya ”kakak ngapain disini ? Kakak kenapa ? kakak sakit? Sakit apa ?”. saat itu aku bingung harus menjawab apa. Akhirnya aku terpaksa jujur karena Manda terus mendesak dengan pertanyan yang banyak.”kakak sakit penyumbatan darah dari jantung ke otak tapi sekarang sudah baikan jadi ga usah khawatir lagi ya !”. kulihat mata Manda berkaca-kaca. Aku sangat ingin menghapus air matanya itu tapi kondisiku yang masih lemah tak memungkinkanku untuk melakukan hal itu dan sekarang aku hanya bisa tersenyum melihat Manda. Akhirnya Manda tidur kembali. Saat sore hari tiba aku menceritakan niatku ke papa dan mama untuk mendonorkan paru-paruku untuk Manda. Sudah bisa tertebak kan pasti tak akan dibolehkan. Tapi dengan memaksa aku terus memaksa mereka untuk memperbolehkanku menolong nyawa Manda yang tentu saja sangat kusayangi. Akhirnya papa dan mama mengizinkanku. Malam ini paru-paruku akan diperiksa. K E E S O K A N H A R I N Y A . . . . Dokter mengatakan 85% paru-paruku cocok dengan Manda, tentu saja aku senang sekali tapi dibalik kesenangan itu ternyata ada resiko yang harus ditanggung olehku yaitu 45 % kemungkinan aku akan meninggal mengingat kondisiku yang belum sepenuhnya normal. Mama menanyakan kembali “ kamu yakin Rama ? mama ga mau kehilangan kamu. Karena mama sayang sama kamu. ” ” aku yakin ma! Pokoknya aku ga mau tahu walaupun itu harus merenggut nyawaku yang terpenting Manda sehat dan ceria.” ” ya sudah kalau kamu yakin mama ikhlas aja.” Aku senang dan dokter mengatakan bahwa opersi akan dilakukan besok pagi karena kondisi Manda yang koma lagi dan mulai memburuk. Manda sebenarnya tidak tahu kalau paru-paruku akan didonorkan ke dia. Waktu itu telah tiba Malam ini adalah malam terakhir aku menunggu untuk dioperasi. Sebelum tidur aku menulis sebuah surat yang aku titip ke mama dan surat itu ditaruh di laci meja belajarku. Hari sudah pagi kini kami siap untuk melakukan operasi. Sebelum aku masuk ke ruang operasi ada Ardi disampingku. ” Ardi kenapa kok nangis?” tanyaku. ” Ah kakak salah liat kali aku ga nangis kok !” kata Ardi sambil menghapus air matanya yang jelas-jelas terlihat. Setelah itu aku dibawa ke ruang operasi bersama Manda yang tertidur lemah. Menit demi menit berlalu tak terasa sudah empat jam berlalu. Saat di ruang operasi aku sempat sadar dan berkata ke dokter ” dok kayaknya aku udah ga yakin bisa hidup lebih lama lagi. Sekarang dokter dengar ya permintaanku yang terakhir untuk Manda. Jika saat operasi ini aku meninggal tolong kedua paru-paruku diberikan kepada Manda. Dokter jangan protes pokoknya ikuitin aja yang aku minta.” saat itu dokter mengangguk tanda setuju dan aku lega melihatnya. Tak lama kemudian ku menghembuskan napas terakhirku di ruangan itu dan tanpa pikir panjang dokter langsung melaksanakan apa yang aku minta. Setelah operasi dinyatakan berhasil, dokter mengabarkan keadaan kami ke papa dan mama. ” pak arif, bu dinda. Operasi ini berhasil tapi , ,” kata dokter. ” tapi apa dok ? ”tanya mama penasaran. ” memang operasi ini berhasil dan ananda Manda selamat, sayang putra ibu Rama tidak dapat kami selamatkan nyawanya. Kami sudah berusaha sebaik mungkin tapi tuhan berkehendak lain. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya permisi”. Setelah dokter pergi mama tak kuasa menahan tangis. Apalagi ketika melihat jaadku yang keluar dari ruang operasi. Manda yang masih koma terbaring di tempat tidur rumah sakit. Tak terasa sudah dua minggu aku dimakamkan, tepatnya dua hari setelah operasi itu Manda masih belum sadar dan belum tahu segalanya. Saat Manda sadar,Manda langsung menanyakan keadaanku. Mama mencoba segala cara dan berbagai macam alasan untuk tidak memberitahu manda tentang apa yang terjadi padaku. Manda percaya saja. SEMENTARA ITU DI SEKOLAH tepatnya satu minggu yang lalu . . . Hari ini adalah saatnya upacara bendera di sekolah. Suasana duka menyelimuti guru-guru dan kepala sekolah. Teman temanku belum ada yang tahu kalau aku sudah meninggal. Saat amanat pembina upacara kepala sekolah berkata,“ anak-anakku yang bapak banggakan, ada berita duka dari teman kalian. Setelah menderita sakit yang cukup lama akhirnya dipaggil oleh yang maha kuasa. Pasti kalian bisa menebak siapa yang bapak maksud yaitu ananda RAMA PRADITYA kelas XI-3 IPA. Pasti kalian sudah tahu yang mana orangnya karena bapak tahu dia sangat populer. Untuk mengenang dirinya dan kita berharap diberi kesabaran bagi yang ditinggalkan serta yang merasa kehilangan. Mari bersama-sama kita bacakan surat Al-Fatihah untuk mengantarkan arwah teman kita ke sisi Allah Swt” Saat itu semua teman-teman terbaikku terutama Toddy dan Dian menangis karena tak kuasa menahan kesedihan yang begitu dalam. (berkata dalam hati. Dian dan Toddy) ” Ram kenapa lo pergi ? padahal gue udah nemuin sahabat yang bener-bener sahabat. Tenang aja Ram, gue ga bakal lupain lo. Karena cuma lo yang perfect buat jadi sahabat gue! Gue janji!” Semua tahu itu terjadi dan semua tak ada yang tahu kapan dan seberapa panjangnya umur kita. Semua terjadi begitu saja, apa mau dikata memang hukum kehidupan sudah demikian dan tak bisa diubah lagi.

Keadaan Manda sudah membaik dan sudah seperti sediakala. Manda sudah diperbolehkan pulang. Sebenarnya di dalam hai kecil Manda dia tidak percaya tentang apa yang dikatakan mama kepada dirinya. Akhirnya mama mengalah dan menceritakan yang sesungguhnya yang terjadi padaku. Manda tak kuasa menahan tangis, mama hampir lupa tentang suratku dan segera memberitahu Manda ada surat dariku yang mma taruh di laci meja belajarku. Tanpa pikir panjang Manda segera berlari ke kamarku dan mengambil surat , serta dengan segera membacanya. Hai Manda ! kalau kamu udah baca surat ini berarti kamu udah sembuh dong ! kakak seneng banget! Bener deh . maaf ya kakak udah ga bisa kumpul,main atau jalan-jalan sama kamu,papa,mama,dan Ardi. Karna kakak udah pergi jauh,jauh banget. Kamu pasti jadi sendirian lagi kan ? .Maaf ya kakak ga jujur sama kamu dan karna kakak udah pergi jadi kakak ga bisa cerita sama kamu. sebenernya paru-paru yang ada di dalam tubuh kamu itu. Paru-paru kakak. Nah kamu jadi ga sendirian kan ? Kan ada kakak yang setia nemenin kamu. Bedanya sekarang kakak nemenin kamu di dalam diri kamu, percaya sama kakak. Kalau kamu takut atau ada masalah kakak akan beri support sama kamu. Sekarang kakak mau kamu janji kamu ga akan jadi anak yang penakut,sedih,dan pendiam. Kakak mau kamu jadi anak yang berani,jujur,ceria,dan sehat ! kakak ga mau kamu kayak dulu lagi. Satu lagi kalau kamu kangen sama kakak pegang dada kamu. Percaya deh kakak pasti ada disana. Oche ??? daah Manda !!! Love for foever RAMA . P RAMA PRADITYA KISAHKU HANYA SAMPAI DISINI Sebulan kemudian mama memutuskan untuk menjual barang-barang yang ada di kamarku. Tetapi Manda langsung menolak dengan alasan dia yakin bahwa jiwaku masih tetap ada di kamar itu. Sambil menangis Manda memohon ke mama. Mama setuju asalkan kamarku terus dirawat sebagaimana waku aku hidup dulu, Manda setuju. Sekarang Manda jadi lebih sering bicara sendiri.yang dia yakin aku akan dengar, dan merenung atau kadang-kadang sampai tidur di kamarku. Mama jadi khawatir karena Manda sering banget bicara sendiri .Suatu hari Manda berbicara ”hai kak ! lagi apa diatas sana ? manda seneng banget lo. Manda yakin banget kakak ga akan kemana-mana. Kakak tau ga ? Manda bakal ngerawat kamar kakak kaya aku ngerawat kamar aku. Mau tau knapa? Karena aku sayaang baget sama kakak!”(sambil mengacungkan jempol ke fotoku bersama Manda yang kupajang di samping tempat tidur) Kalo aja kamu tau Manda sebenernya kakak juga sayang sama kamu tapi sekarang kakak ga tau harus gimana.

Memang kehidupan itu sudah diatur sebagaimana mestinya. Dan seharusnya semua orang menyadari bahwa hidup mereka telah ditentukan, begitu pula dengan nasib. Walaupun bagi sebagian orang nasib itu bisa diubah, sebenarnya itu pendapat yang salah kembali lagi kita melihat hal yang pertama bahwa hidup kita sudah diatur sebagaimana mestinya, dan kita takkan bisa mengelak dari ketentuan-ketentuan yang sudah ada dalam diri kita,sejak kita lahir. Semua yang telah terjadi,biarlah itu terjadi karena itu merupakan suatu ujian untuk menguji seberapa kita kuat menghadapi ketentuan kehidupan yang telah Allah Swt berikan kepada kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: